Bagaimana Cara Beli Saham IPO Lewat M-STOCK Mirae Asset Sekuritas
Saat ini sudah semakin banyak emiten yang melakukan listing. Pembelian saham IPO juga makin mudah melalui aplikasi M-STOCK karena tinggal masukkan harga dan jumlah lot yang diinginkan dan juga tersedia prospektus dari emiten yang akan listing. Untuk membeli saham IPO (Initial Public Offering), langkah-langkahnya sangat mudah, ketika Anda sudah memiliki rekening efek di Mirae Asset Sekuritas. Berikut panduan praktisnya:
Syarat Awal Pembelian Saham Ipo di M-STOCK Mirae Asset Sekuritas
-
Punya akun aktif dan rekening dana nasabah (RDN) di Mirae Asset Sekuritas.
-
Saldo di RDN cukup sesuai jumlah saham yang ingin dipesan + biaya.
-
Sudah install aplikasi M-STOCK dan login.
Langkah Beli Saham IPO di M-STOCK
-
Login ke M-STOCK→ masuk dengan User ID dan password.
-
Masuk ke menu E-IPO → menu Home lalu tab E-IPO.

3. Pilih saham IPO yang tersedia → klik nama emiten/IPO yang sedang ditawarkan.

4. Baca Syarat & Ketentuan dan Prospektus → Baca dan cermati harga penawaran, periode bookbuilding, jadwal pencatatan dan laporan keuangan emiten.

5. Masukkan Harga dan Jumlah Lot Pesanan → Input jumlah lot (1 lot = 100 lembar saham).

6. Konfirmasi Order → cek detail (nama emiten, harga, jumlah saham, total dana)

7. Order Berhasil → Anda berhasil melakukan pembelian saham IPO.

8. My Order → Cek orderan Anda sudah masuk.

Setelah mengetahui Bagaimana Cara Beli Saham IPO Lewat M-STOCK Mirae Asset Sekuritas. Ada beberapa hal penting yang sebaiknya diperhatikan ketika melakukan pembelian saham IPO supaya keputusan investasi lebih bijak:
1. Profil Perusahaan
-
Bidang usaha & model bisnis → apakah sektor industrinya prospektif dan punya masa depan cerah?
-
Track record & reputasi → siapa pemilik dan manajemennya, apakah pernah tersangkut masalah hukum/keuangan?
-
Kinerja keuangan → cek laporan keuangan (pendapatan, laba, utang). Kalau sering rugi, harus ekstra hati-hati.
2. Prospektus IPO
-
Dokumen resmi yang wajib dibaca, isinya tentang:
-
Rencana penggunaan dana IPO (untuk ekspansi, bayar utang, modal kerja, dll).
-
Risiko usaha yang bisa terjadi.
-
Struktur pemegang saham sebelum dan sesudah IPO.
-
3. Valuasi Saham
-
Bandingkan harga penawaran IPO dengan perusahaan sejenis (price-to-earnings ratio, price-to-book value, dll).
-
Jangan hanya tergiur karena “lagi hype”, bisa jadi harga sudah terlalu mahal.
4. Jumlah Saham yang Ditawarkan
-
Kalau jumlah saham yang ditawarkan sedikit tapi minat tinggi, biasanya ada potensi oversubscribed → harga bisa naik saat listing.
-
Tapi sebaliknya, kalau penawaran besar tapi minat investor kecil, harga bisa turun setelah IPO.
5. Sektor & Tren Pasar
-
Cek apakah sektor tersebut sedang tumbuh (misalnya teknologi, energi baru, kesehatan).
-
Perhatikan juga kondisi ekonomi makro (inflasi, suku bunga, nilai tukar) yang bisa memengaruhi kinerja.
6. Masa Lock-up
-
Ada aturan bahwa pemegang saham lama (pemilik/insider) tidak boleh langsung menjual sahamnya dalam periode tertentu (biasanya 6 bulan).
-
Kalau lock-up habis, bisa ada tekanan jual besar-besaran.
7. Tujuan Investasi
-
Kalau untuk jangka pendek (trading saat listing) → risiko lebih tinggi karena harga bisa fluktuatif tajam.
-
Kalau untuk jangka panjang (investasi) → pilih perusahaan dengan fundamental bagus.
8. Risiko
-
Tidak semua saham IPO langsung naik saat listing, ada juga yang justru turun.
-
Jangan gunakan dana darurat untuk ikut IPO, karena sifatnya berisiko.
Untuk langkah-langkah Daftar Mirae Asset Klik CARA DAFTAR
TERIMA KASIH BANYAK, MARI CUAN BERSAMA MIRAE ASSET SEKURITAS !!!!!

